Banten Girang, Situs arkeologi di Sempu, Serang, Indonesia
Banten Girang adalah situs arkeologi di selatan Serang, Indonesia, yang menampilkan tebing batu dengan gua-gua yang dipahat, ruang pemakaman, dan struktur bertingkat di dekat Sungai Cibanten. Tanah yang digali juga mengungkap fondasi bekas tempat tinggal dan beberapa lapisan hunian kuno yang bertumpuk satu di atas yang lain.
Permukiman ini dimulai pada abad ke-10 dan berkembang menjadi pusat hunian yang sibuk antara abad ke-13 dan ke-14. Kemudian secara bertahap ditinggalkan, akhirnya terkubur di bawah lapisan tanah selama berabad-abad hingga penggalian modern membawanya kembali ke permukaan.
Patung-patung batu yang ditemukan di sini menggambarkan dewa-dewi Hindu termasuk Siwa, Durga, dan Ganesha, dipahat dengan gaya yang berakar pada tradisi Jawa Tengah. Figur-figur ini masih terlihat di dalam gua dan di beberapa titik di seluruh situs hingga saat ini.
Situs ini berada di tanah berbukit, dan berjalan melalui formasi batuan dan area penggalian memerlukan alas kaki yang kokoh. Membawa air adalah ide bagus, karena jalur melewati medan yang tidak rata dan naungan tidak selalu tersedia.
Penggalian yang dipimpin oleh arkeolog Prancis Claude Guillot antara tahun 1988 dan 1992 menunjukkan bahwa situs ini terutama merupakan kawasan hunian, bukan keagamaan. Temuan ini mengubah cara peneliti memahami bagaimana orang benar-benar hidup di sini pada zaman kuno.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 90.805 kontributor di seluruh dunia.