USAT Liberty Wreck, Kapal karam Perang Dunia II di Tulamben, Indonesia
Bangkai kapal USAT Liberty membentang 120 meter di dasar laut dan membentuk struktur bawah air yang ditutupi karang keras dan lunak. Kedalamannya berkisar antara 5 hingga 30 meter, sehingga dapat diakses oleh penyelam dari berbagai tingkat keahlian.
Kapal kargo Angkatan Darat Amerika Serikat ini terkena torpedo kapal selam Jepang pada tahun 1942 selama Perang Dunia II dan tenggelam di dekat pantai Bali. Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 kemudian memindahkan bangkai kapal dari pantai ke lokasi bawah air saat ini.
Komunitas Bali lokal memandang kapal yang tenggelam ini sebagai bagian dari dunia spiritual mereka dan secara rutin mengadakan upacara serta persembahan tradisional di lokasi. Praktik ini mencerminkan bagaimana sejarah maritim telah terjalin ke dalam adat dan keyakinan keagamaan sehari-hari.
Beberapa pusat selam di Tulamben menawarkan tur berpemandu, penyewaan peralatan, dan layanan transportasi untuk mencapai lokasi sepanjang tahun. Pengunjung harus siap menghadapi arus yang mungkin ada dan memastikan mereka memiliki pelatihan yang sesuai sebelum mencoba menyelam.
Bangkai kapal sekarang menjadi rumah bagi ekosistem karang yang berkembang pesat dengan beragam spesies ikan dan kehidupan laut yang telah mengubahnya menjadi terumbu alami. Perubahan ini menunjukkan bagaimana alam dapat mengubah tempat kehancuran menjadi sumber kehidupan baru.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 90.870 kontributor di seluruh dunia.