Trunyan Cemetery, Kuburan di Danau Batur, Indonesia
Kuburan Trunyan adalah tempat pemakaman di tepi Danau Batur, dikelilingi tebing curam dan hutan pinus. Jenazah diletakkan dalam kandang bambu di permukaan tanah di samping pohon beringin besar yang mendominasi pemandangan.
Prasasti dari abad ke-10 mendokumentasikan pembangunan kuil untuk Bhatara Da Tonta di wilayah ini. Tempat pemakaman ini berkembang dari tradisi lama masyarakat Bali Aga, yang dipraktikkan jauh sebelum pengaruh Hindu tiba di pulau ini.
Komunitas Bali Aga di sini mempertahankan praktik pemakaman yang lebih tua dari Hindu di Bali, dengan jenazah diletakkan di bawah struktur bambu di samping pohon beringin besar. Tradisi ini membentuk bagaimana tempat ini terlihat dan berfungsi saat ini.
Kuburan ini hanya dapat diakses dengan perahu dari dermaga Kedisan di Danau Batur. Perjalanan perahu memakan waktu sekitar 30 menit melintasi air untuk mencapai lokasi terpencil ini.
Pohon beringin besar di kuburan ini memiliki sifat alami yang luar biasa: akar dan iklim mikro menetralkan bau pembusukan, memungkinkan jenazah membusuk tanpa bau tidak sedap. Fenomena ini membuat tempat ini unik di antara situs pemakaman serupa di wilayah ini.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 60,000 kontributor di seluruh dunia.