Stasiun Malang, Stasiun kereta api di Malang, Indonesia
Stasiun kereta api Malang adalah pusat kereta api di Malang, Indonesia, dengan sembilan jalur dan peron modern yang terhubung oleh terowongan bawah tanah yang panjang. Kompleks ini mencakup beberapa ruang tunggu, loket tiket, dan zona terpisah untuk layanan antarkota dan regional.
Stasiun ini dibuka pada 20 Juli 1879, awalnya melayani angkutan pertanian dari pedesaan sekitar. Selama beberapa dekade, stasiun ini berkembang menjadi simpul transportasi utama untuk lalu lintas penumpang dan barang di Jawa Timur.
Bangunan timur menampilkan atap zig-zag yang terinspirasi oleh Gunung Putri Tidur, yang dikatakan menyerupai sosok putri yang sedang tidur. Cerita lokal menghubungkan bentuk ini dengan legenda yang mengakar kuat di wilayah ini.
Para pelancong menemukan ruang tunggu dengan tempat duduk, toilet, dan kipas angin di aula utama, serta kios kecil yang menjual makanan ringan dan minuman. Terowongan pejalan kaki bawah tanah menghubungkan semua peron, memungkinkan pergerakan antar kereta tanpa menaiki tangga.
Terowongan pejalan kaki awalnya dibangun sebagai bunker pelindung dan berfungsi sebagai tempat berlindung bagi warga sipil selama periode konflik. Setelah perang, terowongan ini diubah menjadi lorong umum yang kini digunakan ribuan pelancong setiap hari.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 60,000 kontributor di seluruh dunia.