Semarang, Ibu kota Jawa Tengah di Indonesia
Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah di Indonesia, membentang dari dataran rendah pesisir hingga perbukitan yang menghadap Laut Jawa. Kawasan perkotaan ini mencakup pelabuhan, zona komersial, kawasan pemukiman lama di tanah yang lebih tinggi, dan permukiman baru yang tersebar di antara garis pantai yang datar dan perbukitan hijau.
Sultan Hadiwijaya menunjuk Pandan Arang sebagai administrator regional pertama pemukiman perdagangan ini pada tahun 1547. Kemudian berkembang menjadi pelabuhan utama di bawah kekuasaan kolonial Belanda, membentuk arsitektur dan tata letak kota yang terlihat hingga kini.
Nama ini kemungkinan berasal dari "asem arang", yang merujuk pada pohon asam yang dulu tumbuh subur di sini dan masih bisa dilihat di lingkungan lama hingga kini. Pasar dan kawasan pemukiman menunjukkan kehidupan sehari-hari berbagai komunitas yang hidup berdampingan, bersama-sama membentuk irama kota pelabuhan ini.
Transportasi umum seperti bus dan minibus menghubungkan 16 kecamatan, dan layanan berbagi tumpangan tersedia luas. Perbukitan di selatan menawarkan udara yang lebih sejuk, sementara daerah pesisir bisa lebih panas dan lembap.
Festival Dugderan mengumumkan awal Ramadan dengan perayaan Jawa dan Islam yang ditandai dengan parade jalanan dan musik tradisional. Nama ini merujuk pada suara drum (dug) dan ledakan meriam (dhèr) yang membuka perayaan.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 60,000 kontributor di seluruh dunia.