Gedung Merdeka, Pusat konvensi bergaya Art Deco di Bandung, Indonesia
Gedung Merdeka adalah pusat konvensi di Bandung yang dirancang dengan gaya Art Deco, berdinding batu dengan pola geometris dan garis sederhana. Di dalamnya, lantai marmer Italia, panel kayu, dan lampu kristal menghadirkan suasana elegan dan abadi di seluruh aula besar.
Gedung ini didirikan pada tahun 1895 sebagai Sociëteit Concordia, klub eksklusif untuk pemilik perkebunan kaya dan pengusaha. Bangunan ini dibangun ulang pada tahun 1920-an dengan gaya Art Deco dan kemudian dipilih pada tahun 1954 sebagai tempat utama Konferensi Asia-Afrika, yang mengubah kerja sama internasional.
Gedung Merdeka awalnya adalah tempat berkumpulnya warga Bandung yang kaya, di mana tarian dan makan malam secara rutin mempertemukan orang-orang. Kini, gedung ini mencerminkan peran kota sebagai pusat pertemuan regional dan pertukaran budaya, terutama selama Konferensi Asia-Afrika 1955 yang membentuk hubungan internasional.
Gedung ini terletak di pusat kota Bandung, dekat dengan hotel dan tempat penting lainnya, sehingga mudah ditemukan dan dikunjungi. Ruang di dalamnya luas dan tertata rapi, memungkinkan pengunjung menjelajahi arsitektur dengan nyaman dan berjalan melalui aula tanpa kebingungan.
Selama Perang Dunia II, gedung ini melayani pendudukan Jepang dengan nama Dai Toa Kaikan dan kemudian menjadi markas pejuang kemerdekaan yang melawan tentara Jepang. Peran gandanya sebagai tempat pendudukan dan perlawanan menjadikannya simbol kuat perjuangan Indonesia untuk kebebasan.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 60,000 kontributor di seluruh dunia.