Semanggi, Pakis air dan hidangan kaki lima di Indonesia
Semanggi adalah pakis air yang tumbuh di sawah dan saluran irigasi di seluruh Indonesia, dengan empat daun kecil tersusun seperti salib. Daunnya dipanen saat masih muda dan lembut, lalu dimakan sebagai sayuran, paling sering dikukus atau direbus sebentar.
Semanggi telah dikumpulkan dan dimakan sejak komunitas pertanian paling awal membangun sistem irigasi untuk menanam padi di seluruh kepulauan Indonesia. Saat budidaya padi basah menyebar melalui Jawa dan pulau-pulau lain, pakis ini menjadi bagian tetap dari makanan sehari-hari.
Semanggi memberi nama pada hidangan kaki lima dari Surabaya, di mana pedagang menyajikan pakis kukus di atas daun pisang dengan saus ubi dan kacang. Menonton pedagang menyiapkan dan menjual hidangan di jalan sendiri adalah bagian dari pengalaman lokal.
Daun segar mudah ditemukan di pasar lokal di Jakarta dan Surabaya, dan hidangan kaki lima ini dijual oleh pedagang yang sering membawa dagangan mereka berjalan kaki melalui area pasar. Paling enak dimakan di tempat, karena daunnya kehilangan tekstur setelah dingin.
Semanggi juga merupakan nama simpang susun jalan tol besar berbentuk semanggi di Jakarta, salah satu landmark paling dikenal di kota ini. Bentuk empat daun tanaman ini dikatakan menginspirasi nama simpang susun tersebut, karena sangat mirip dengan tata letak jalan dari atas.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 60,000 kontributor di seluruh dunia.