Puri Agung Kesiman, Istana kerajaan di Denpasar, Indonesia
Puri Agung Kesiman adalah kompleks istana kerajaan di Denpasar yang terbagi menjadi empat bagian, masing-masing dengan fungsi berbeda di dalam area yang luas. Tata letaknya menampilkan ciri arsitektur Bali dengan area terpisah untuk upacara, administrasi, tempat tinggal, dan acara publik.
Istana ini didirikan pada tahun 1779 dan kemudian menjadi simbol pengaruh kolonial Belanda setelah Kerajaan Badung menandatangani perjanjian dengan otoritas Belanda pada tahun 1841. Perjanjian ini menandai titik balik dalam pemerintahan lokal dan kontrol politik regional.
Istana ini berfungsi sebagai pusat seni tradisional Bali yang hidup, di mana penari dan musisi berlatih dan tampil secara teratur. Bagian-bagian berbeda dari kompleks ini berfungsi sebagai bengkel dan tempat untuk kerajinan dan pertunjukan seni.
Istana ini terletak di lokasi pusat di Jalan Supratman di Denpasar dan mudah dijangkau bagi pengunjung yang menjelajahi warisan Bali. Kunjungan pagi disarankan, karena area lebih tenang dan aktivitas tradisional seperti latihan lebih terlihat.
Nama Kesiman berasal dari kata-kata kuno yang merujuk pada batu peringatan suci di tempat di mana seorang pemimpin spiritual wilayah mencapai pencerahan. Referensi sejarah ini memberikan situs makna spiritual yang lebih dalam yang melampaui perannya sebagai kediaman administratif.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 91.378 kontributor di seluruh dunia.