Museum Tri Daya Eka Dharma, Museum militer di Bukittinggi, Indonesia
Museum Tri Daya Eka Dharma menampilkan ratusan senjata masa perang, termasuk senapan, meriam, dan peralatan militer yang disimpan di bekas kediaman gubernur. Bangunan ini berisi pameran yang ditata di ruangan-ruangan yang mendokumentasikan benda-benda militer dari berbagai periode.
Mohammad Hatta membuka museum ini pada tahun 1973, mengubah bangunan yang pernah menjadi rumah peristirahatan Gubernur Sumatra menjadi memorial militer. Transformasi ini menandai momen penting dalam melestarikan sejarah militer lokal.
Nama ini berasal dari tiga unsur kekuatan dan satu pengabdian, yang mencerminkan filosofi tradisional Minangkabau Tigo Tungku Sajarangan. Pengunjung dapat melihat bagaimana makna ini membentuk cara ruang tersebut menghormati nilai-nilai lokal.
Museum ini buka pada pagi hingga awal sore di hari kerja dan akhir pekan, sehingga waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari. Lokasinya yang strategis di Jalan Panorama memudahkan untuk menggabungkan dengan tempat menarik lain di sekitarnya selama kunjungan Anda.
Pesawat AT-16 buatan Amerika, Harvard B-419, yang digunakan melawan Pemerintah Revolusioner Sumatra Tengah pada tahun 1958, berdiri di luar museum. Pesawat ini adalah salah satu pameran langka yang sering langsung menarik perhatian pengunjung.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 90.845 kontributor di seluruh dunia.