Sugo-jinja, Kuil Shinto di Sakai, Jepang
Sugo-jinja adalah kuil Shinto di Sakai, Jepang, dengan gerbang kayu sederhana yang menandai aula utama dan lingkungan hijau yang tenang. Di dalamnya terdapat elemen tradisional seperti lentera batu, patung batu atau marmer, dan area doa tempat pengunjung meninggalkan koin dan persembahan.
Kuil ini didirikan lebih dari 1000 tahun yang lalu setelah sebuah patung yang diyakini sebagai Sugawara Michizane terdampar di pantai, yang oleh masyarakat dianggap sebagai tanda suci. Tempat ini mengalami beberapa kali kehancuran akibat kebakaran dan perang, tetapi selalu dibangun kembali oleh masyarakat.
Kuil ini dinamai menurut Sugawara Michizane, tokoh yang dihormati tempat orang datang untuk berdoa memohon kebijaksanaan dan keberuntungan. Penduduk setempat sering berkunjung, terutama selama festival tahunan ketika komunitas berkumpul untuk merayakan dan melakukan ritual tradisional bersama.
Kuil ini mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari Stasiun Sakaihigashi dan menawarkan kondisi paling tenang untuk berkunjung pada pagi hari atau sore hari. Pengunjung harus menghormati, melepas sepatu bila perlu, dan mengikuti kebiasaan setempat seperti membungkuk dan bertepuk tangan saat berdoa.
Di dalamnya terdapat patung yang disebut 'nade-ushi' atau sapi elus yang terbuat dari marmer dan granit, yang disentuh dengan lembut oleh pengunjung untuk mendapatkan keberuntungan dan terkabulnya keinginan. Tradisi sederhana dan bermakna ini adalah elemen favorit yang sering diabaikan pengunjung tetapi merupakan bagian dari kebiasaan setempat.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 90.802 kontributor di seluruh dunia.