Dilmun Burial Mounds, Nekropolis di Bahrain utara
Gundukan Makam Dilmun adalah ladang pemakaman berupa ruang batu rendah yang dikelilingi dinding cincin dan ditutup tanah serta kerikil, terkonsentrasi di tanah berbatu di utara pulau utama Bahrain. Sebagian besar gundukan berukuran sekitar 4,5 kali 9 m dan tinggi 1–2 m; ruangnya biasanya persegi panjang dengan satu atau dua relung di ujung timur laut.
Gundukan digali pada Februari 1889 oleh penjelajah Inggris J. Theodore Bent dan istrinya Mabel Bent, yang menemukan potongan gading, arang, dan kulit telur burung unta, kini di British Museum. Di A'ali, Gundukan 8 memuat tiga prasasti paku yang menyebut Yaglī-'el, putra Ri'mum, hamba Inzak dari Akarum. Pada 1950-an tim Denmark yang menggali di Qal'at al-Bahrain membuka tumuli berisi benda dari budaya yang sama. UNESCO memasukkan situs ini pada 2019.
Warga setempat menyebut situs ini makam A'ali. Pada 1889 penjelajah Inggris J. Theodore Bent dan istrinya Mabel menggali beberapa gundukan dan menemukan pecahan gading, arang, dan kulit telur burung unta, kini di British Museum. Di A'ali, gundukan nomor 8 berisi tiga prasasti paku yang menyebut Yagli-'el, putra Ri'mum, pelayan Inzak dari Akarum.
Gundukan berada di utara pulau utama Bahrain, di tanah berbatu keras sedikit di atas lahan pertanian, di kawasan seperti A'ali Timur dan Barat, Janabiya, dan Hamad Town. Ladang di A'ali paling mudah dicapai dari Manama. Tidak ada jalur bertanda atau papan informasi; gundukan berdiri di tanah terbuka, jadi bawalah alas kaki kokoh dan air.
Gundukan berada di utara Bahrain, bukan di barat, di tanah berbatu di atas lahan pertanian. Di A'ali, Gundukan 8 memuat tiga prasasti paku yang menyebut Yaglī-'el, putra Ri'mum, pelayan Inzak dari Akarum; teks yang sama ditemukan di Qal'at al-Bahrain.
Komunitas para pelancong yang penuh rasa ingin tahu
AroundUs menghimpun ribuan tempat pilihan, tips lokal, dan permata tersembunyi, yang diperkaya setiap hari oleh 92.843 kontributor di seluruh dunia.